Cara Membuat Sertifikat Tanah

Kenapa harus menerapkan Cara Membuat Sertifikat Tanah? Ya, jika anda memiliki hak atas tanah namun belum ada bukti autentik berupa sertifikat maka ada beberapa resikonya seperti diambil hak tanah atas nama orang lain, menjadi tanah sengketa dan sebagainya.

Oleh karena itu, diperlukanlah pengurusan sertifikat tanah yang sudah diatur dalam PP No. 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Nantinya, sertifikat tersebut langsung dikeluarkan oleh BPN adalah Badan Pertahanan Nasional melalui kantor pertahanan di setiap wilayah. Penasaran atau jangan – jangan anda tidak tahu gimana cara membuatnya? Simak saja jawaban detailnya dibawah kalo perlu catat semuanya.

Cara Membuat Sertifikat Tanah

1. Mempersiapkan sejumlah dokumen
Untuk mengurus sertifikat atas tanah, anda diwajibkan melampirkan beberapa dokumen penting sebagai syarat utama dan harus sesuai dengan asal hak tanah tersebut.

Diantaraya yakni Fotokopi Izin mendirikan bangunan (IMB), Sertifikasi Asli Hak Guna Bangun (SHGB), Surat peryataan kepemilikan lahan (dibubuhi materai), SPPT PBB dan Identitas diri termasuk KK (kartu keluarga) serta KTP (kartu tanda penduduk).

Disisi lain, mungkin saja anda ingin membuat sertifikat tanahg atau girik. Merupakan sertifikat yang berasal dari warisan keluarga secara turun temurun entah orang tua, kakek-nenek atau keluarga inti lainya dan belum resmi disahkan diatas sertifikat.

Nah, dalam hal ini lampiran (syarat) dokumenya agak berbeda yakni Akta jual beli tanah, fotokopi girik yang anda miliki, fotokopi KTP dan KK serta dokumen dari desa atau kelurahan setempat (bisa berupa surat keterangan riwayat tanah, surat keterangan tanah secara sporadik, surat keterangan tidak sengketa).

2. Mendatangi kantor BPN
Dimana kantor itu berada? Biasanya bertempat di wilayah kota atau kabupaten. Jadi anda perlu mengetahuinya terlebih dulu kemudian membeli formulir pendaftaran yang ada disana.

Ingat! nantinya akan memperoleh map warna biru dan kuning. Selanjutnya buat janti dengan petugas PBN terkait pengukuran tanah agar nantinya bisa disahkan secara resmi melalui sertifikat tanah.

3. Penerbitan sertifikat hak milik tanah.
Usai melakukan pengukuran tanah, anda baru bisa mendapatkan data SUT (Surat Ukur Tanah). Sampai disini, pengurusanya belum selesai karena perlu menyerahkan lagi ke kantor BPN dibarengi dengan syarat dokumen-dokumen penting tadi.

Sekarang, anda perlu bersabar dan menunggu dikelurkanya surat keputusan bilamana data penunjangnya disetujui. Disamping itu, ternyata anda langsung dibebankan BEA BPHTB (Perolehan Hak Atas Tanah) sebelum sertifikat tanahnya diterbitkan.

Jangka waktu penerbitan sertifikat tanah biasanya sekitar setengah sampai 1 tahun lamanya. Tergantung masing-masing wilayah di kota anda. Kadangkala, anda juga bisa mendatangi petugas BPN kemudian menanyakan kapan sertifikat itu jadi dan dapat diambil.

Itulah tahapan-tahapan mengenai Cara Membuat Sertifikat Tanah. Dengan mempelajarinya diharapkan membantu anda dalam mengurus sertifikat tanah. Perbanyak pula referensi lain baik dari tetangga, kolega maupun berbagai media supaya menambah wawasan lebih luas lagi. Sekian.