Cara Mengurus Surat Cerai

Mengakhiri sebuah pernikahan bukanlah tindakan baik, terlebih Tuhan sangat melarang hal tersebut. Namun apalah daya, rasa menyesal pasti hadir belakangan.

Banyak sekali pasangan mengambil keputusan cerai karena alasan beginilah, begitulah dengan penuh emosi. Dan jika anda sudah mantap terhadap pilihan ini maka mau tidak mau perlu mengikuti Cara Mengurus Surat Cerai.

Kenapa harus diurus? Karena surat inilah yang akan dinilai oleh pihak pengadilan apakah alasanya sesuai atau tidak. Apalagi jika anda memutuskan tanpa bantuan pengacara atau LBH pengadilan, pastinya perlu konsultasi terlebih dulu kepada konsultan hukum.

Kalo pun masih bingung, datang saja langsung ke pengadilan agama untuk menanyakan cara pengurusan surat gugatan cerai kepada petugas setempat.

Cara Mengurus Surat Cerai

1. Membuat kronologis permasalahan

Bagi anda (sebagai penggugat) wajib untuk menuliskan kronologi permasalahan rumah tangga di kertas biasa. Pada intinya menceritakan yang sebenar-benarnya dan detail sebab perceraian itu menjadi piliha paling tepat.

Kalo bisam alur ceritanya dibuat runtut dan jelas agar hakim nantinya memahami alasan-alasan menggugat cerai si pasangan.

2. Membuat surat cerai
Dalam surat gugatan cerai, pada umumnya terdiri dari 3 point penting diantaranya status untuk bercerai, hal pemeliharaan anak dan hak memperoleh harta gono-gini. Contohnya seperti ini

– Identitas para pihak
Terdiri dari nama suami dan istri (beserta bin atau binti), umur dan tempat tinggal. Jangan lupa menuliskan informasi terkait agama, pekerjaaan maupun status kewarganegaraan. Jika dirasa kurang detail, silahkan bisa melihat pasal 67 (a) UU No.7/1989 yang sudah diatur didalamnya.

– Posita (alasan atau dasar gugatan)
Dalam hal ini, istilahnya disebut Fundamentum Petendi dimana isinya keterangan kronologi sejak pertama kali menikah dengan si pasangan, berbagai peristiwa hukum (lahirnya si buah hati) sampai timbulnya rasa kurang cocok atau masalah yang mendorong pasangan mengambil keputusan cerai.

– Petitum (tuntutan hukum)
Adalah tuntuan yang diminta oleh si istri sebagai penggugat supaya dikabulkan permintaanya oleh hakim. Contohnya,”berdasarkan fakta-fakta secara langsung maka dengan ini penggugat memohon pada majelis hakim berkenan memutus sebagai berikut bla..bla…bla..”

Bila surat diatas telah selesai dibuat, selanjutnya tandatangani dan bubuhi materai (jika diperlukan). Fotokopi sebanyak 5-6 lembar yang nantinya untuk didaftarkan ke pihak-pihak penting di pengadilan nanti.

Satu berkas diberikan pada suami, 3 berkas ke hakim, satu berkas ke panitera pengadilan dan 2 berkas lagi untuk pegangan anda.

3. Persiapkan biaya pendaftaran
Jangan salah bahwa pendaftaran gugatan cerai ternyata ada biaya khusus. Berdasarkan informasi terkini perkaranya sekitar 500-700 ribu. Namun sekali lagi setiap pengadilan di wilayah kota anda tentunya tidak selalu sama.

4. Mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan

Umumnya pendaftaran gugatan cerai dilaksanakan di ruang administrasi pegawai pengadilan. Disana nanti ada petugasnya sendiri yang akan memberikan cap sekaligus mengesahkan penyerahan enam berkas tadi. Jika sudah, artinya surat gugatan sudah terdaftar secara sah.

5. Persiapan berbagai saksi
Ketika semua tahap nomor 1-4 telah anda lalui,pengadilan akan mengirimkan surat gugatan bersama surat panggilan untuk menghadiri sidang pertama kepada pihak suami sekitar dua sampai empat minggu setelah tanggal pendaftaran. Nah, sebelum itu perlu adanya saksi-saksi demi memperkuat gugatan cerai yang diajukan.

Begitulah kira-kira Cara Mengurus Surat Cerai hingga akhirnya mendapati sidang pertama kali. Semoga bermanfaat dan bisa membantu khususnya bagi para pembaca disini.